Minggu, 08 November 2020

PEMUPUKAN TANAMAN JAGUNG HIBRIDA

 Jagung selain untuk keperluan pangan, juga digunakan untuk bahan baku industri pakan ternak, maupun ekspor. Teknologi produksi jagung sudah banyak dihasilkan oleh lembaga penelitian dan pengkajian lingkup Badan Litbang Pertanian maupun Perguruan Tinggi, namun belum banyak diterapkan di lapangan. Penggunaan pupuk urea misalnya ada yang sampai 600 kg/ha jauh lebih tinggi dari kisaran yang seharusnya diberikan yaitu 350-400 kg/ha.

Jagung menghendaki tanah yang subur untuk dapat berproduksi dengan baik. Hal ini dikarenakan tanaman jagung membutuhkan unsur hara terutama nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) dalam jumlah yang banyak. Oleh karena pada umumnya tanah di Lampung miskin hara dan rendah bahan organiknya, maka penambahan pupuk N, P dan K serta pupuk organik (kompos maupun pupuk kandang) sangat diperlukan.

Berdasarkan hasil penelitian, takaran pupuk untuk tanaman jagung di berdasarkan target hasil adalah 350-400 kg urea/ha, 100-150 kg SP-36/ha, dan 100-150 kg KCl/ha.

Takaran pupuk dan waktu pemberiannya pada tanaman jagung, bila menggunakan pupuk tunggal Urea, SP-36 dan KCl. Adapun Waktu pemberian pupuk sebagai berikut :

7 (tujuh) hari setelah tanam : Urea = 100 kg/ha; SP-36 = 150 kg/ha dan KCl = 100 kg/ha.

28 – 30 hari setelah tanam : Urea = 150 kg/ha

45 – 50 hari setelah tanam (gunakan BWD) : 100-150

Takaran pupuk dan waktu pemberiannya pada tanaman jagung bila menggunakan pupuk NPK 15:15:15 (Phonska).  Adapun waktu pemupukan sebagai berikut :

7 (tujuh) hari setelah tanam : Phonska = 350 kg/ha

28 – 30 hari setelah tanam : Urea = 150 kg/ha

45 – 50 hari setelah tanam (Gunakan BWD) : Urea = 100-150 kg/ha

Keterangan: BWD = Bagan Warna Daun

Cara Pemupukan.

Cara pemberian pupuk, ditugal sedalam kira-kira 5 cm sekitar 10 cm di samping pangkal tanaman dan ditutup dengan tanah.

Bagan warna daun hanya digunakan pada waktu pemberian pupuk ketiga. Sebelum pemupukan, dilakukan pembacaan BWD dengan cara menempelkan daun jagung teratas yang sudah sempurna terbuka. Waktu pembacaan sebaiknya sore hari agar tidak terpengaruh dengan cahaya matahari.

Pada saat pemupukan III (45-50 hari sesudah tanam), untuk menentukan jumlah pupuk Urea yang diberikan ukur tingkat kehijauan daun menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) seperti pada gambar 1.

Warna hijau kekuningan: Skala BWD <4; maka pemberian Urea 150 kg/ha

Warna hijau : skala BWD 4 – 4,5; maka pemberian Urea 125 kg/ha

Warna hijau gelap : skala BWD >4,5; maka pemberian Urea 100 kg/ha

Ditulis oleh : Lefira Kaunang, SST_admin Talawaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar